Kerja Bakti Malam Hari Setelah Sholat Tarawih untuk Pembangunan Masjid Baitussalam

  • Mar 28, 2025
  • Riham

Setelah menunaikan ibadah Sholat Tarawih pada malam pertama bulan Ramadan, warga desa kembali menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa melalui kegiatan kerja bakti untuk melanjutkan pembangunan Masjid Baitussalam. Kegiatan ini dilaksanakan di malam hari setelah Sholat Tarawih, dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, dan melibatkan hampir seluruh elemen masyarakat, baik laki-laki, hingga anak-anak.

Pembangunan masjid yang berada di tengah desa ini memang sudah memasuki tahap akhir, namun masih banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan sebelum masjid dapat digunakan untuk kegiatan ibadah yang lebih maksimal, terutama menjelang Hari raya Idul Fitri. Di antaranya adalah pemasangan keramik, pengecatan dinding, pembersihan lingkungan sekitar masjid, serta pemeliharaan taman yang ada.

Meskipun kegiatan kerja bakti dilakukan di malam hari, tak mengurangi antusiasme warga yang datang dengan membawa alat-alat yang diperlukan, seperti cat, kuas, ember, sapu, serta peralatan konstruksi lainnya. Suasana penuh keakraban tampak di wajah mereka, meskipun beberapa dari mereka tampak sedikit lelah setelah melaksanakan Sholat Tarawih.

“Kerja bakti malam ini sangat penting bagi kami. Kami ingin memastikan bahwa Masjid Baitussalam segera selesai dan dapat digunakan dengan nyaman oleh seluruh warga, terutama saat Ramadan ini,” ujar Pak Samsi, salah satu warga setempat yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Selain kegiatan fisik, kerja bakti ini juga diselingi dengan doa bersama yang dipimpin oleh Imam desa, Ustaz Alim, yang mengharapkan agar pembangunan masjid ini diberkahi dan dipermudah oleh Allah SWT. “Semoga apa yang kita lakukan malam ini menjadi amal ibadah dan memberikan berkah bagi seluruh warga, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Tak hanya warga dewasa, para anak-anak pun ikut berpartisipasi dengan membersihkan halaman masjid dan membawa peralatan yang dibutuhkan. Mereka sangat antusias karena ini adalah kesempatan bagi mereka untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan tempat ibadah yang sangat penting bagi mereka dan keluarga.

Bagi sebagian besar warga desa, kerja bakti ini bukan sekadar kegiatan fisik, melainkan sebuah bentuk kebersamaan dan rasa tanggung jawab terhadap rumah ibadah yang akan menjadi pusat kegiatan spiritual mereka. "Kerja bakti seperti ini mempererat tali persaudaraan antarwarga. Semua bekerja tanpa pamrih, demi kemaslahatan bersama," ungkap Ibu Siti, seorang ibu rumah tangga yang turut membantu menyiapkan hidangan untuk para pekerja.

Ketua Dusun  Karang Mulyo , Bapak Sumeko menjelaskan bahwa kegiatan kerja bakti malam hari ini sangat membantu mempercepat proses pembangunan. “Kami sangat berterima kasih atas partisipasi seluruh warga yang begitu antusias, baik itu dalam bentuk tenaga maupun doa. Insya Allah, jika semuanya lancar, masjid ini akan selesai tepat waktu dan siap digunakan untuk ibadah Ramadan,” ujarnya.

Rencananya, kerja bakti seperti ini akan terus dilaksanakan setiap malam setelah Sholat Tarawih selama bulan Ramadan, dengan harapan masjid dapat segera diresmikan dan digunakan sebagai tempat ibadah yang nyaman dan membawa berkah bagi seluruh warga. Dengan semangat gotong royong yang terus menyala, pembangunan Masjid Baitussalam diyakini akan berjalan dengan lancar dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat.