KLINIK MENULIS KREATIF: Wadah Ekspresi dan Kreativitas Siswa SMPN 2 Gucialit

  • Aug 09, 2025
  • Riham

Lumajang – Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya 2025 Kelompok 59 sukses melaksanakan program kerja Klinik Menulis Kreatif di SMPN 2 Gucialit, Kabupaten Lumajang pada Rabu, 23 Juli 2025,Kegiatan ini dibimbing oleh Dosen pembimbing Lapangan (DPL) 
Ibu Edriana Pangestuti SE., M.S
dan merupakan bagian dari program MMD UB 2025.

 Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 7A dan 7B dengan antusias tinggi dari awal hingga akhir acara. Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan dan pengalaman menulis cerita pendek (cerpen) yang menyenangkan, bermanfaat, dan memotivasi siswa untuk berkarya.

Klinik Menulis Kreatif merupakan salah satu program kerja literasi MMD Kelompok 59 yang bertujuan untuk meningkatkan minat dan kemampuan menulis siswa SMPN 2 Gucialit. Minat baca dan tulis di kalangan remaja, khususnya di jenjang SMP, sering kali masih rendah akibat keterbatasan ruang ekspresi dan kurangnya kesempatan untuk berlatih menulis secara terarah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa MMD berupaya memberikan pendampingan yang sederhana namun efektif agar siswa memahami teknik menulis cerita pendek mulai dari ide, alur, tokoh, hingga amanat cerita.

Program ini juga menjadi langkah nyata mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Quality Education, dengan memberikan akses pembelajaran kreatif dan berkualitas kepada siswa.
Kegiatan Klinik Menulis Kreatif dibuka dengan penjelasan materi cerita pendek oleh masing masing pemateri dari mahasiswa MMD UB Kelompok 59. Siswa dibagi menjadi dua kelas besar (7A dan 7B) dan masing-masing mendapat materi pengantar tentang pengertian cerpen, unsur-unsur cerpen, serta contoh sederhana yang mudah dipahami.

Setelah sesi materi, siswa mengerjakan Worksheet 1 untuk membantu mereka mengembangkan ide cerita. Worksheet ini berisi pertanyaan-pertanyaan pemantik, seperti siapa tokohnya, di mana latarnya, dan masalah apa yang akan diangkat dalam cerita. Langkah ini membantu siswa agar lebih fokus dan terarah saat menulis.

Kemudian, mereka melanjutkan ke Worksheet 2 di mana siswa mulai menulis cerpen secara utuh berdasarkan ide yang sudah dirancang. Proses penulisan ini berlangsung selama 50 menit, dan setiap siswa diminta menulis minimal 10 baris cerita dengan memperhatikan unsur tokoh, latar, alur, konflik, dan amanat. Suasana kelas penuh konsentrasi, namun tetap terasa hangat dengan sesekali tawa dan diskusi ringan di antara peserta.

Dari kegiatan ini, terkumpul puluhan cerpen karya siswa kelas 7A dan 7B yang beragam dari segi tema, gaya bahasa, dan pesan yang disampaikan. Semua karya dikompilasi menjadi sebuah antologi mini bertajuk “Menulis dari Hati, Bercerita Tentang Diri”. Buku ini memuat karya orisinal siswa yang lahir dari imajinasi dan pengalaman pribadi mereka.
Sebagai penutup kegiatan, antologi cerpen hasil karya siswa diserahkan secara simbolis kepada pihak sekolah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif siswa dan dukungan penuh guru dalam menyukseskan program ini. Penyerahan dilakukan oleh perwakilan mahasiswa MMD Kelompok 59 dan diterima langsung oleh kepala sekolah SMPN 2 Gucialit. Momen ini menjadi penanda bahwa hasil karya siswa memiliki nilai dan layak untuk dibanggakan.

Klinik Menulis Kreatif bukan hanya sekadar pelatihan menulis, melainkan langkah awal untuk membangun budaya literasi yang positif di sekolah. Harapannya, kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi siswa untuk terus berkarya.

KIM MUJOATI SELALU DIHATI
#MMDUB2025
#SDGs4
#PendidikanBerkualitas