Pemerintah desa Dadapan menyambut tim Monev dari Kecamatan

  • Jun 20, 2025
  • Riham

Monitoring dan Evaluasi Sarpras dan Non-Sarpras Kegiatan Dana Desa Tahap 1 untuk Periode Januari – Juni Tahun Anggaran 2025

Desa Dadapan, 17 Juni 2025 – Pemerintah Desa Dadapan, bersama dengan tim monitoring dan evaluasi (Monev) dari kecamatan, baru-baru ini melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) untuk kegiatan sarana prasarana (sarpras) dan non-sarana prasarana Dana Desa (DD) tahap 1, dengan cakupan periode Januari hingga Juni 2025.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa dana desa yang telah disalurkan kepada desa-desa di wilayah Kecamatan Gucialit digunakan secara tepat, transparan, dan akuntabel sesuai dengan peruntukannya, baik untuk kegiatan sarpras maupun non-sarpras. Dalam pelaksanaannya, Monev ini juga bertujuan untuk melihat sejauh mana kemajuan fisik dan administratif kegiatan yang telah dilakukan oleh pemerintah desa.

Fokus Sarana dan Prasarana (Sarpras)

Untuk sektor sarpras, kegiatan yang dipantau meliputi pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur desa seperti jalan, jembatan, irigasi, fasilitas air bersih, dan gedung-gedung publik seperti balai desa dan posyandu. Hasil sementara menunjukkan adanya progres yang signifikan dalam pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi, yang sudah mencapai 80% dari target yang ditetapkan dalam rencana kerja.

Sekertaris Desa, Bapak Suyitno, menyatakan bahwa pembangunan sarpras sangat penting untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat dan mendukung kegiatan ekonomi lokal. “Dengan adanya pembangunan jalan dan irigasi, diharapkan dapat mempermudah mobilitas barang dan jasa serta meningkatkan hasil pertanian masyarakat desa kami,” ujar Bapak Suyitno.

Fokus Non-Sarana dan Prasarana (Non-Sarpras)

Di sisi non-sarpras, kegiatan yang dilakukan antara lain pelatihan untuk meningkatkan kapasitas SDM masyarakat desa, pemberdayaan kelompok usaha mikro, dan bantuan sosial untuk keluarga miskin. Pada evaluasi tahap pertama, kegiatan ini menunjukkan hasil yang cukup baik, dengan lebih dari 70% peserta pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan yang signifikan.

Camat Kecamatan Gucialit, Bapak Sadi selaku wakil dari bapak Camat, dalam rapat koordinasi dengan tim Monev menyampaikan bahwa program non-sarpras sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. “Pelatihan keterampilan dan pemberdayaan usaha mikro menjadi salah satu kunci dalam mengurangi angka kemiskinan di desa. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong agar program ini dilaksanakan dengan baik,” tambahnya.

Tantangan dan Rekomendasi

Meskipun banyak kegiatan telah berjalan dengan baik, namun masih terdapat beberapa tantangan, antara lain dalam hal keterlambatan pengadaan barang dan material, serta kurangnya partisipasi aktif dari beberapa masyarakat dalam beberapa kegiatan pelatihan. Tim Monev merekomendasikan agar pemerintah desa lebih proaktif dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut agar kegiatan Dana Desa dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Selain itu, perlu adanya peningkatan koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan lembaga-lembaga terkait dalam mempercepat penyelesaian administrasi dan pelaporan kegiatan yang berbasis transparansi dan akuntabilitas.

Harapan ke Depan

Dengan adanya kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan penggunaan Dana Desa tahap 1 pada periode Januari hingga Juni 2025 dapat terus ditingkatkan, serta memberikan dampak yang maksimal bagi kemajuan desa. Pemerintah desa bersama masyarakat diharapkan bisa terus bergotong-royong dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Pemerintah Desa Dadapan juga berkomitmen untuk terus melakukan transparansi dalam setiap tahap penggunaan dana desa dan melibatkan masyarakat secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan desa.

KIM MUJOATI SLALU DIHATI